Strategi Menghindari Stress di Masa Pandemi Covid-19

Strategi Menghindari Stress di Masa Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 setidaknya telah membatasi kebiasaan dan sedikit mengubah pola interaksi kita sehari-hari. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menjadi salah satu program pemerintah yang sedang berjalan saat ini, pembatasan ini bertujuan untuk menekan penyebaran Covid-19. Selain PSBB, pertanggal 24 April 2020 pemerintah resmi mengeluarkan larangan mudik. Hal ini tentu diluar kebiasaan sebagian besar orang Indonesia pada umumnya, yang telah menjadikan mudik lebaran seperti rutinitas tahunan sebagai momen untuk berkumpul dengan keluarga.

Masalah yang paling sering menimpa kita dalam situasi sulit seperti ini ialah munculnya rasa stress. Stress yang muncul disebabkan rasa cemas, ketegangan, panik yang terlalu berlebihan. Pemberitaan tentang Covid-19 saat ini juga menjadi polemik bagi masyarakat, banyaknya informasi hoax yang beredar di media, disertai minimnya literasi media di Indonesia semakin memperkeruh informasi. Dampaknya tentu mengarah pada munculnya rasa stress. Perlu kita ketahui bahwa rasa stress dapat memberikan pengaruh yang buruk bagi kesehatan jasmani dan rohani. Untuk menghindari stress di masa pandemi Covid-19 ada tiga strategi yang bisa kita lakukan yakni:

Pertama, meminimalkan efek konsekuensi jasmani melalui kelegaan sementara.
Pada tahap ini kita bisa melakukan atau mencari sesuatu sensasi instan untuk menenangkan. Seperti halnya, kita bisa melakukan gerakan badan untuk kesenangan, karena dengan melakukan latihan jasmani dan aktivitas fisik, kita cenderung bisa melupakan rasa kekhwatiran.

Kedua, menjaga kesehatan jangka panjang.
Kita perlu menjaga kebiasaan untuk selalu menjaga pola makan yang baik. Sebab, nutrisi yang layak mampu memberikan kontribusi bagi kemampuan kita untuk mengatasi stress. Kita akan selalu merasa lebih baik dan selalu berpikir positif.

Ketiga, kita harus mampu menginterpretasikan setiap peristiwa-peristiwa dalam kehidupan kita.
Artinya kita mampu memahami suatu peristiwa dan menentukan bagaimana kita harus mersepon peristiwa tersebut. Dengan demikian kita dapat meminimalkan penderitaan dan memaksimalkan kedamaian, kenyamanan yang membantu kita untuk merasa lebih baik dalam menjalani hidup. 

Kita belum tahu sampai kapan masa pandemi Covid-19 ini akan segera berakhir, namun yang harus kita pahami semasa pandemi ini ialah  "bahwa kesehatan emosional dan kemampuan untuk mengatasi stress merupakan petunjuk kesehatan yang baik " (Rosch,1984).  Melepaskan stress akan membuat kita akan selalu merasa lebih baik dan lebih nyaman dalam menjalakan kegiataan sehari-hari. (david)

 

sumber: R.Wayne Pace. Komunikasi Organisasi
sumber gambar: pixabay.com