Aspek Komodifikasi pada Media

Aspek Komodifikasi pada Media

Vincent Mosco (2009) mendefinisikan komodifikasi  sebagai proses mengubah barang dan jasa, yang dinilai karena kegunaannya, menjadi komoditas yang dinilai karena apa yang mereka berikan kepada kebutuhan pasar. Komodifikasi telah merubah nilai guna menjadi nilai tukar dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan.

Industri media dan komodifikasi di media tidak terlepas dari peran audiens yang menjadi 'korban' dari komodifikasi hiburan di media massa. McQuail (2005) berpendapat jika audiens dijadikan komoditas kepada pihak pengiklan, artinya semakin banyak audiens maka semakin tertarik pula para pengiklan untuk mengkilankan iklannya di media tersebut.

Komodifikasi konten hiburan di media massa menjadi bahan jualan yang laku saat ini, hal ini terjadi dikarenakan kebutuhan hiburan yang cukup besar dan paling cepat berkembang. Karl Marx dalam bukunya Communist Manifesto mendefinisikan komodifikasi sebagai “Callous Cash Payment”  yakni “pembayaran tunai yang tidak berperasaan”. Karl Marx menggambarkan bahwa kaum kapitalis yang mempunyai kontrol atas apapun telah mengubah nilai-nilai personal menjadi nilai tukar.

Televisi memiliki kedudukan sentral dalam praktik komunikasi masyarakat modern saat ini. Kedudukan ini menjadi semakin kuat seiring dengan pergeseran televisi global dari jasa penyiaran publik menjadi televisi komersial. Realitasnya, saat ini televisi komersial didominasi perusahaan multimedia yang berkompetisi dan melakukan konvergensi. (david.f)
sumber: berbagai sumber

 

Diversity Of Content dan Diversity Of Ownership dalam penyiaran

Ekonomi media dalam industri media massa