Masa depan bisnis radio di Indonesia

Masa depan bisnis radio di Indonesia

Seiring dengan perkembangan Teknologi informasi  dan munculnya konvergensi Media, masa depan radio akan tetap menjajikan, terlihat dari data yang dihimpun KPI sampai bulan November 2016, ada 3056 radio yang telah memiliki Izin Penyelenggaraan Penyiaran (IPP) baik tetap ataupun prinsip, untuk radio swasta. Sedangkan untuk radio dengan bentuk lembaga penyiaran publik ada 211, dan 330 radio komunitas.
Hadirnya industri layanan music streaming seperti rand-brand lain seperti Spotfy, Apple Music, Deezer, Rdio, Joox, dan Guvera sudah masuk ke pasar Indonesia, tidak membuat keberadaa radio tersingkirkan, Ini dikarenakan media radio memiliki fondasi pemikiran dan konteks pembahasannya sendiri.

Dalam hal periklanan, radio masih menjadi sumber hiburan yang populer, terutama pada saat-saat di mana individu memiliki keterbatasan penggunaan internet atau akses ke televisi. Radio masih memberikan hasil investasi yang mengesankan untuk bisnis, karena radio menawarkan keunggulan yang unik dibandingkan saluran periklanan lainnya termaksud;  Menargetkan pemirsa tertentu, beragam stasiun radio memungkinkan pengkilan untuk memilih stasiun yang paling sesuai dengan target pemirsa mereka; Memanfaatkan imajinasi manusia; Efektivitas waktu dan biaya dalam hal ini Iklan radio dapat dibuat berdasarkan anggaran terbatas dan dalam waktu singkat, Radio juga merupakan format yang mudah diakses dan dimengerti. Masih ada jutaan orang yang belum mencoba layanan streaming, tapi semua orang tahu cara mengoperasikan radio dan tentu saja tidak memerlukan biaya apapun untuk mendaftar.

Perkembangan industri radio ditengah tumbuhnya media sosial.
Sebuah stasiun radio menghasilkan uang berdasarkan pendengarnya, oleh karenanya seiring dengan perkembangan teknologi dan kehadiran sosial media, sekarang ini dituntut bagaimana sektor radio dapat memanfaatkan media sosial untuk menumbuhkan basis pemirsa mereka.¬ Dengan perkembangan media sosial dan konvergensi media para penyiar radio bisa memperpanjang percakapan on-air dengan menggunakan hashtag topik tertentu di berbagai platform media sosial dengan tujuan mengundang pengikut dan penggemar untuk berpastisipasi dalam acaranya, tentunya Informasi bisa sampai ke sumber audiens lebih cepat dengan menggunakan media sosial. Strategi media sosial yang dijalankan dengan baik dapat menumbuhkan bisnis stasiun radio, meningkatkan merek mereka, dan meningkatkan nilainya. Stasiun radio membutuhkan kehadiran media sosial yang kuat untuk melibatkan pemirsa dengan merek mereka  dan tentu saja media sosial membantu stasiun Radio melakukan hal itu.

Namun seiring perkembangan industri radio ditengah tumbuhnya media sosial,  timbul kesenjangan sosial yang semakin besar merupakan tantangan bagi konvergensi media. Dulu perbedaan kelas-kelas sosial dipengaruhi oleh faktor ekonomi, pendidikan, dst, namun di masa digital kini, perbedaan kelas sosial semakin jelas terlihat karena dipengaruhi oleh kemampuan akses informasi seseorang. Contohnya, masyarakat di perkotaan dengan yang tinggal di pedesaan memiliki perbedaan dalam mengakses teknologi, dimana masyrakat di kota lebih cepat dan mudah dalam mengakses teknologi dibanding di pedesaan. Tantangan lainnya adalah latar belakang budaya dan kebiasaan teknologi masyarakat. Para pelaku konvergensi media harus bisa menyesuaikan teknologi konvergensi media ini dengan budaya-budaya yang ada dalam masyarakat (DF)



sumber:
www.kpi.go.id
blog.unikom.ac.id


sumber gambar: pexels.com