Digital Hoarding, dampaknya terhadap Organisasi

Digital Hoarding, dampaknya terhadap Organisasi

Digital hoarding adalah istilah yang relatif baru yang merujuk pada akuisisi berlebihan dan keengganan seseorang untuk menghapus materi elektronik. Sudah menjadi kebiasaan umum bagi karyawan untuk menyimpan atau menimbun data digital diberbagai perangkat pendukung pekerjaan sehari-hari seperti: komputer dan laptop. Digital Hoarding dilakukan bermaksud untuk mempertahankan file-file yang memiliki nilai dan menjadikannya sebagai arsip.

Kesulitan banyak karyawan ialah menentukan dan memilah mana data-data yang memiliki nilai bagi perusahaan atau kepentingan jangka panjang seperti  foto, file, software, video. Atau bahkan data-data tersebut memang sudah tidak lagi relevant dengan pekerjaan. Kecemasan dan ketakutan yang berlebihan sering sekali menjadi faktor penghambat untuk menyelesaikan permasalahan ini. Seperti, kecemasan bila mana file-file yang disimpan tersebut suatu saat diperlukan oleh perusahaan. Hal ini semakin mendorong keinginan karyawan untuk menimbun data.

Digital Hoarding seperti ini memang menjadi lebih dari kegiatan kebiasaan daripada alat untuk analisis dan pengambilan keputusan. Kekacauan akan tumpukan file-file digital dapat menguras dan membuat stres bagi sebagian orang ketika mereka ingin mencari file yang ingin mereka butuhkan terkubur dalam sampah digital. Padahal dengan mengatur dan menyingkirkan file-file yang tidak berguna, justru bisa terhindar dari masalah ini.

Lalu apa dampaknya Digital Hoarding bagi Perusahaan?
Meskipun biaya untuk membeli ruang penyimpanan (hard disk) terjangkau bagi perusahaan. Tapi apakah perusahaan harus menyediakan ruang penyimpanan ekstra untuk hal-hal ini setiap saat? tentu tidak bukan!. Semakin banyak Digital Hoarding, maka semakin banyak pula dana yang akan dikeluarkan untuk membeli hard disk untuk menyimpan koleksi digital ini.

Digital Hoarding juga dapat memberikan peluang bagi pencuri informasi. Penimbunan data digital dapat menciptakan kerentanan keamanan siber di dalam perusahaan. Infomasi-informasi penting bisa berpotensi menyebar luas di internet yang justru malah merugikan bisnis, reputasi, dan kerusakan finansial.

Selanjutnya, efisiensi waktu yang diperlukan karyawan setiap saat ketika ingin mencari data dalam tumpukan file digital yang tidak teratur, akan mengganggu produktivitas kerja.

Saat ini, mulailah untuk mengambil waktu berkoordinasi untuk membersihkan dan memiliah data digital yang sudah tidak lagi relevant dengan pekerjaan. Dengan begitu Anda akan mendapatkan lebih banyak ruang untuk mengerjakan hal-hal baru. Hal ini bukan hanya baik untuk Anda sebagai karyawan namun baik juga bagi perusahaan. (david)

 



sumber:
https://vantagepointrecovery.com/ever-heard-of-digital-hoarding/
https://crestresearch.ac.uk/projects/cyber-security-risks-digital-hoarding/

sumber gambar: pixabay.com