Aktif di Sosial Media, Pahami Filter Bubble dan Echo Chamber

Aktif di Sosial Media, Pahami Filter Bubble dan Echo Chamber

Pertumbuhan pengguna sosial media yang berkembang pesat saat ini, sejalan dengan perkembangan internet. Adanya akses internet memungkinkan setiap pengguna dapat mendaftarkan akun di sosial media. Cara penggunaan sosial media yang terbilang user friendly bagi semua kalangan, membuat sosial media semakin diminati. Dikutip dari situs datareportal.com pada awal tahun 2021 ada 4,33 milyar pengguna sosial media di seluruh dunia, lebih dari 55 persen dari total populasi di dunia.

Hingga saat ini fitur-fitur yang dikembangkan media sosial semakin kompleks dan beragam. Namun, sebagai pengguna aktif sosial media, penting bagi Anda untuk memahami apa itu Filter Bubble dan Echo Chamber.

Sebenarnya apa itu Filter Bubble dan Echo Chamber? dan dampaknya bagi pengguna media sosial?
beberapa penelitian terbaru yang mengklaim telah mengidentifikasi Filter Bubble dan Echo Chamber dalam hasil pencarian dan diskusi media sosial.

Filter Bubble
Istilah Filter Bubble diciptakan oleh aktivis internet Eli Pariser dalam bukunya, "The Filter Bubble: What the Internet Is Hiding from You" (2011).  Filter Bubble singkatnya dimana situs menggunakan algoritma secara selektif mengasumsikan informasi yang ingin dilihat oleh user dan kemudian memberikan informasi sesuai dengan asumsi tersebut. Media sosial yang menggunakan algoritma ini biasanya menggunakan data-data user berdasarkan data browsing history, lokasi atau penelusuran sebelumnya. Hal ini mengakibatkan, akun media sosial hanya memberikan informasi-informasi yang sesuai dan berkaitan dengan history sebelumnya. Tidak  ada keberagamaan informasi mengakibatkan pengguna menjadi terisolasi secara intelektual.

Misalnya saja, Anda sering melakukan penelusuran terkait topik tertentu contohnya: calon Presiden no.17, maka di akun sosial media Anda akan banyak informasi-informasi yang berkaitan dengan calon Presiden no.17 tersebut tanpa konfirmasi Anda sebelumnya. Atau misalnya saja Anda sering melakukan pencarian tentang topik "Conspiracy Theory" maka topik ini akan sering pula muncul di akun sosial media Anda. Ini lah yang disebut pengguna menjadi terisolasi secara intelektual, artinya pengguna hanya menerima informasi yang sama. Informasi yang disesuaikan dengan data-data pencarian Anda sebelumnya, dan ini sangat mempengaruhi kesan Anda terhadap informasi.

Eco Chamber
Eco Chamber adalah ruang atau medium dimana orang hanya menerima informasi yang sama, dan memperkuat pendapat sendiri. Hal ini sangat berbahaya khususnya bagi pengguna sosial media yang dapat menimbulkan bias konfirmasi. Bias konfirmasi disini berarti Anda hanya menginginkan atau menyukai informasi yang hanya dapat memperkuat keyakinan anda terhadap informasi tersebut. Di media sosial Anda akan sangat mudah menemukan orang-orang atau informasi yang sependapat dengan Anda dari berbagai latar belakang.

Eco Chamber ini berkaitan erat dengan Filter Bubble yang telah dibahas diatas. Jika Filter Bubble berdasarkan data atau history pengguna, maka Echo Chamber berdasarkan kesamaan informasi antar penggunaa. Contohnya: informasi dan orang-orang yang mendukung calon Presiden no.17 akan sering ditampilkan kepada Anda. Dengan tidak adanya informasi tandingan atau keberagamaan informasi diluar perspektif Anda, hal ini akan mengakibatkan Anda semakin terjebak dalam bias konfirmasi.

Oleh karena itu, sebelum terjun bebas di media sosial ada baiknya Anda memahami apa itu Filter Bubble dan Echo Chamber. Selain itu, sebagai pengguna berusahalah untuk selalu bijak memanfaatkan dan mengelola akun sosial media dengan baik. (David)

 

sumber:
datareportal.com. Global Media Sosial Stats. https://datareportal.com/social-media-users 12 Juni 2021
politybooks.com. Filter Bubbles and Echo Chambers: Debunking the Myths. https://politybooks.com/filter-bubbles-and-echo-chambers-debunking-the-myths/ , 12 Juni 2021
edu.gcfglobal.org. What is an echo chamber?. https://edu.gcfglobal.org/en/digital-media-literacy/what-is-an-echo-chamber/1/, 13 Juni 2021.

Image by Gerd Altmann from Pixabay