Industri Cikarang dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0

Industri Cikarang dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0

Konsep revolusi industri 4.0 pertama kali diperkenalkan oleh Profesor Klaus Schwab. Ekonom terkenal asal Jerman itu menulis dalam bukunya, The Fourth Industrial Revolution bahwa konsep itu telah mengubah hidup dan kerja manusia.

Revolusi Industri 4.0 menjadi sebuah pembahasan yang menarik akhir-akhir ini, karena pada era ini diprediksi akan  banyak jenis pekerjaan yang hilang dan tergantikan oleh fungsi robot atau artificial intelligence. Ini berarti mesin menggunakan self-optimization dan bahkan kecerdasan buatan untuk menyelesaikan tugas-tugas kompleks yang dapat memberikan efisiensi biaya yang jauh lebih unggul dan kualitas barang atau jasa yang lebih baik serta memungkinkan proses yang lebih cepat dan lebih fleksibel.

Lalu apa saja yang menjadi tren teknologi di era industri 4.0 yan bisa jadi bahan pertimbangan oleh para pelaku sektor industri yang berada di kawasan cikarang industrial dalam menghadapi industri 4.0. Berikut ini sembilan tren teknologi yang mengubah produksi industri:

BIG DATA AND ANALYTICS
Dalam konteks Industri 4.0 pengumpulan dan evaluasi data yang komprehensif dari berbagai sumber yang berbeda, peralatan dan sistem produksi serta sistem manajemen perusahaan akan menjadi standar untuk mendukung pengambilan keputusan secara waktu nyata.

AUTONOMOUS ROBOTS
Robot pada akhirnya akan berinteraksi satu sama lain dan bekerja dengan aman berdampingan dengan manusia. Robot pada era industri 4.0  akan lebih murah dan memiliki jangkauan kemampuan yang lebih besar daripada yang digunakan dalam manufaktur saat ini.

SIMULATION
Simulasi akan digunakan secara lebih luas untuk memanfaatkan data real-time dan mencerminkan dunia fisik dalam model virtual, yang dapat mencakup mesin, produk, dan manusia sehingga hal ini dapat menurunkan waktu pengaturan mesin dan meningkatkan kualitas.

HORIZONTAL AND VERTICAL SYSTEM INTEGRATION
Dengan Industri 4.0 perusahaan, departemen, fungsi, dan kapabilitas akan menjadi jauh lebih kohesif, karena jaringan lintas-perusahaan, jaringan integrasi data universal berevolusi dan memungkinkan saling terintregrasi  secara otomatis.

THE INDUSTRIAL INTERNET OF THINGS
Industri 4.0 nantinya akan diperkaya dengan komputasi yang  memungkinkan perangkat lapangan untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan satu sama lain dengan pengontrol yang lebih terpusat. Ini juga akan mendesentralisasikan analitik dan pengambilan keputusan, memungkinkan tanggapan yang real-time.

CYBERSECURITY
Kebutuhan untuk melindungi sistem industri dan jalur manufaktur sangat penting  dari ancaman perantas. Oleh karenya itu komunikasi yang aman, andal, serta identitas yang canggih dan pengelolaan akses terhadap mesin dan pengguna sangat penting.

THE CLOUD
Semakin banyak kegiatan terkait produksi akan membutuhkan peningkatan berbagi data di seluruh situs perusahaan. Pada saat yang sama, kebutuhan akan teknologi cloud akan meningkat, data dan fungsionalitas mesin akan semakin banyak digunakan ke cloud, ini akan memungkinkan lebih banyak layanan berbasis data untuk sistem produksi.

ADDITIVE MANUFACTURING
Banyak Perusahaan mulai mengadopsi manufaktur aditif, seperti pencetakan 3-D menciptakan objek fisik dari desain digital,  untuk membuat prototipe dan memproduksi komponen-komponen individual.

AUGMENTED REALITY
Sistem berbasis Augmented-reality mendukung berbagai layanan, seperti memilih bagian di gudang dan mengirim instruksi perbaikan melalui perangkat seluler. Sistem ini saat ini masih dalam tahap awal, tetapi di masa depan, perusahaan akan menggunakan penggunaan augmented reality yang lebih luas untuk menyediakan informasi yang real-time kepada pekerja guna meningkatkan pengambilan keputusan dan prosedur kerja.

Tentang bagaimana kesiapan kawasan industri di Cikarang dalam menghadapi Industri 4.0? hal ini tentu tergantung bagaimana segala sektor industri yang berada di kawasan cikarang mampu dengan cepat beradaptasi dengan sembilan tren teknologi yang telah mengubah produksi industri itu sendiri, selain hal tersebut sektor industri juga perlu memperluas dan memperdalam pengetahuan praktis mereka tentang teknologi digital dan menyediakan sumber daya manusia yang unggul. (df)

Sumber: www.bcg.com
sumber gambar : www.pexels.com