Media Sosial Penting Bagi Industri Manufaktur

Media Sosial Penting Bagi Industri Manufaktur

Media sosial adalah label bagi teknologi digital yang memungkinkan orang untuk berhubungan, berinteraksi, memproduksi, dan berbagi isi pesan - B.K. Lewis (2010) .  Sosial media meghapus batasan-batasan manusia untuk bersosialisasi, batasan ruang maupun waktu, dengan media sosial orang-orang dimungkinkan untuk berkomunikasi satu sama lain dimana dan kapanpun, tidak peduli seberapa jauh jarak antar pengguna.

Sosial media menjadi segment internet yang terus tumbuh dan berkembang pesat pada saat ini dan hadir melalui berbagai inovasi terbarukan.  Lalu, mengapa media sosial penting bagi Industri manufaktur? ini dikarenakan,  hadirnya  media sosial dapat membantu Industri manufaktur menjadi lebih dekat dengan pelanggan, terhubung dengan pelanggan di media sosial dapat membantu meningkatkan retensi dan loyalitas pelanggan. Media sosial tidak meilihat ukuran perusahaan, sebab media sosial berfokus pada  bagaimana suatu bisnis mencapai tujuannya. Media sosial membantu pelanggan mengarahkan orang-orang ke situs web  ataupun berbagai platform media online perusahaan, yang dapat menghasilkan lebih banyak pelanggan dan konversi.  Sosial media menargetkan pengguna berdasarkan lokasi, demografi, minat, dan perilaku, jabatan, jenis kelamin, dan usia.

Saat  berinteraksi dengan pengikut di media sosial, perusahaan dapat memperoleh wawasan dan banyak informasi tentang pelanggan, seperti apa yang pelanggan sukai, jenis konten apa yang paling pelanggan tanggapi, dan bagaimana perasaan pelanggan tentang merek perusahaan. Informasi ini dapat membantu perusahaan dalam hal membuat keputusan bisnis yang lebih cerdas dan menyesuaikan komunikasi agar lebih selaras dengan audiens target perusahaan.

Selain beberapa hal yang sudah dipaparkan diatas, berikut fungsi media sosial menurut Jan H. Kietzmann, Kritopher Hermkens, Ian P. McCarthy dan Bruno S. Silvestre yang mendefinisikan media sosial dengan menggunakan tujuh kotak bangunan fungsi yaitu identity, cenversations, sharing, presence, relationships, reputation, dan groups.

  • Identity menggambarkan pengaturan identitas para pengguna dalam sebuah media sosial menyangkut nama, usia, jenis kelamin, profesi, lokasi serta foto.
  • Conversations menggambarkan pengaturan para pengguna berkomunikasi dengan pengguna lainnya dalam media sosial.
  • Sharing menggambarkan pertukaran, pembagian, serta penerimaan konten berupa teks, gambar, atau video yang dilakukan oleh para pengguna.
  • Presence menggambarkan apakah para pengguna dapat mengakses pengguna lainnya.
  • Relationship menggambarkan para pengguna terhubung atau terkait dengan pengguna lainnya.
  • Reputation menggambarkan para pengguna dapat mengidentifikasi orang lain serta dirinya sendiri.
  • Groups menggambarkan para pengguna dapat membentuk komunitas dan sub-komunitas yang memiliki latar belakang, minat, atau demografi.

Mendengarkan pelanggan dan menerapkan perubahan berdasarkan umpan balik menunjukkan bahwa perusahaan peduli dengan masukan pelanggan, dan itu dapat meningkatkan kepuasan dan kesetiaan pelanggan terhadap Industri manufaktur. Perlu diketahui bahwa di era digitalisasi ini, terjadi peningkatan kekuatan konsumen era sosial media yang bisa menguatkan ataupun melemahkan sebuah brand bisnis. (DF)

Sumber Gambar: pexels.com