Pentingnya penerapan keselamatan kerja di kawasan Industri

Pentingnya penerapan keselamatan kerja di kawasan Industri


Pekerja adalah aset bagi perusahaan atau organisasi, keberhasilan pengelolaan perusahaan akan sejalan dengan segala kegiatan dalam pendayagunaan sumber daya manusia (SDM). Pekerja dalam perusahaan memiliki peran aktif dalam segala aktivitas perusahaan dan membantu perusahaan untuk mencapai tujuannya. Oleh karena itu, setiap perusahaan diharapkan mampu mendukung produktivitas pekerjanya,  salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh perusahaan ialah memperhatikan tingkat keamanan dan keselamatan pekerja.

Cikarang dikenal sebagai kota industri terbesar di Asia Tenggara merupakan kawasan industri yang potensial mengingat sekitar 2.125 unit pabrik dari 25 negara berlokasi di kawasan ini serta ribuan pekerja memadati kawasan industrial  Cikarang setiap harinya. Tercatat ada 7 kawasan industri di koridor ini yakni: Jababeka, Bekasi Fajar, Delta Silicon (Lippo Cikarang), Kota Delta Mas, MM2100 Industrial Town, EJIP serta BIIE (Hyundai).

Di kawasan industrial  Cikarang terdapat berbagai macam industri mulai dari industri berskala besar hingga industri berskala kecil yang bergerak di bidang pengelolaan industri bahan kimia, pertambangan, migas, jasa konstruksi, besi baja, plastik, pupuk, logistik  dan sebagainya. Lalu bagaimana masing-masing perusahaan dalam kawasan ini melakukan pencegahan untuk menjaga pekerja mereka aman dari segala resiko bahaya!


Berikut ini beberapa hal yang dapat dipertimbangkan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja di industri tempat Anda bekerja.

Jangan mementingkan anggaran di atas keamanan
Perusahaan sering sekali memotong anggaran pelatihan keselamatan atau sistem keselamatan utama untuk mengurangi anggaran pengeluaran. Pada dasarnya dengan menghemat anggaran dan menghapus segala bentuk pelatihan keselamatan kerja, hal ini malah justru membuat anggaran pengeluaran perusahaan semakin besar dari tahun ke tahun.
Pekerja yang tidak cukup terlatih lebih rentan terhadap kecelakaan, hal ini dapat membuat mereka kehilangan pekerjaan. Jika perusahaan bergantung pada pekerjaan dan keterampilan pekerja maka perusahaan biasanya harus mengeluarkan biaya yang lebih besar dari sebelumnya.

Ciptakan budaya kerja yang aman
Adanya kesadaran dari pihak perusahaan dan pekerja untuk menjadikan keselamatan kerja sebagai sebuah prioritas dalam organisasi hal ini akan memudahkan terciptanya  budaya kerja yang aman. Namun, permasalahan saat ini adalah masih banyak perusahan justru gagal menjadikan keselamatan kerja sebagai prioritas dalam organisasi. Untuk itu upaya yang harus dilakukan perusahaan ialah memimpin dengan memberikan contoh dan pengarahan secara aktif terhadap pekerjanya. Upaya ini akan sangat membantu pekerja untuk melakukan pekerjaan dengan baik dan mempraktikkan kebiasaan kerja yang aman. Penguatan positif semacam ini sangat membantu meningkatkan pencegahan keselamatan kerja secara keseluruhan.


Pekerjakan kontraktor yang tepat

Kemitraan yang terjalin antara perusahaan dengan kontraktor akan berpengaruh terhadap reputasi sebuah perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan harus berhati-hati dalam mempekerjakan, merekrut dan memilih kontraktor sebab kontraktor independen beroperasi atau bekerja dengan nama mereka sendiri, perlu memastikan terlebih dahulu bahwa pekerjaan mereka memang mempraktikkan keselamatan kerja. Hal ini akan sangat membantu perusahaan dan para pekerjanya melihat secara langsung bahwa keselamatan kerja benar-benar diterapkan oleh perusahaan.

Komunikasi
Komunikasi merupakan aspek penting dalam setiap pekerjaan. Komunikasi memudahkan para anggota dalam perusahaan bekerja sesuai dengan instruksi-instruksi yang telah diberikan atasan serta mampu mengurangi kesalahpahaman dan kerancuan informasi. Banyak kecelakaan di tempat kerja terjadi karena pekerja gagal mengkomunikasikan atau melaporkan potensi masalah. Ini mungkin disebabkan oleh budaya kerja yang tidak mendorong pekerja untuk berkomunikasi secara efektif satu sama lain.
Untuk meningkatkan komunikasi di tempat kerja dapat dilakukan dengan cara mengadakan pertemuan rutin yang memberi kesempatan kepada pekerja untuk mengungkapkan pendapat mereka. Mendorong pekerja untuk berkomunikasi tentang masalah potensial dapat membantu menciptakan suasana tempat kerja menjadi lebih aman serta mengurangi potensi bahaya dalam bekerja.

Perusahaan memang tidak sepenuhnya bertanggung jawab akan hal-hal yang berkaitan dengan keselamatan kerja, karena semua anggota organisasi perlu melakukan bagiannya untuk memprioritaskan hal ini sekaligus menciptakan suasana kerja yang produktif. (df)